Friday, June 5, 2009

ISTIMEWANYA WANITA

. Friday, June 5, 2009
1 comments


Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya banyak yang berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".

and look...

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami. Bahwa sesungguhnya lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH!
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita. Ingat firmanNya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/tunduk kepada cara-cara/peraturan yang diproduct.

Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumNya/peraturanN ya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan yang diproduct.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya.

Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, niscaya surga menanti...

Read more »»

Monday, June 1, 2009

BELAJAR DARI AIR

. Monday, June 1, 2009
0 comments


Karya ini terinspirasi dari penelitian tentang air yang di cetuskan oleh Dr.Masaru Emoto. CAranya,air di taruh pada sebuah tempat dan diberi kata "cinta" dan "terimakasih" kemudian didinginkan. Setelah itu airnya diamati menggunakan mikroskop,untuk melihat apa air menerima pesan"?. Ternyata hasilnya pada dua kata itu menunjukkan terbentuknya kristal yang indah. Dari penelitian itu, Dr.Emoto mencoba melihat apa terbentuk kristal pada kata positif lainnya, hasilnya dari kata² positif tersebut juga muncul kristal indah. Namun jika air diberi kata negatif,air tidak terbentuk kristal,atau bahkan terbentuk kristal jelek.

Dr.Emoto mengembangkan penelitian ini, ia mencoba mengetahui bagaimana jika air diberi musik klasik,musik yang mengandung unsur "penyembuh" dan "perhatian". Hasilnya bahwa air yang diberi perlakuan tersebut membentuk kristal indah.

Penelitian ini diapresiasi dengan baik oleh banyak kalangan. Bahkan Dr.Emoto sering diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya ke berbagai negara. Namun,banyak juga yang sangsi dengan penelitiannya. Isi kesangsian itu berupa metode penelitian kurang ilmiah,mempertanyakan benarkah seluruh air yang diberi ucapan positif selalu membentuk kristal,dll.

Setiap hal pasti ada sisi positif dan negatifnya,mari kita lihat penelitian Dr.emoto ini dari segi yang membangun. Dari penelitian ini kita dapat terinspirasi untuk berpikir,bersikap, dan berkata secara lebih positif pada seluruh hal.

Diketahui bahwa manusia 70% tubuhnya terdiri dari air (hal ini yang akhirnya dapat kita lihat pada iklan² minuman isotonik :) ).,demikian pula dengan tanaman dan binatang,kedua makhluk tersebut tidak bisa "lepas" dari air.

Inilah yang menarik,terutama jika dikaitkan dengan artikel sebelumnya dan tema besar dari Newsletter ini. Bagaimana jika penelitian Dr.Emoto dikaitkan dengan keluarga?

Bagaimana jika keluarga menumbuhkan budaya positif? Apa yang terjadi jika interaksi dalam keluarga dilandasi dengan hubungan yang positif? Apa yang terjadi jika orangtua memberi perhatian ke anak?
Jika pertanyaan tersebut tersebut dijawab dengan dilandasi sudut pandang penelitian Dr.Emoto,maka pasa setiap individu di keluarga tersebut akan terbentuk kristal.
Duh indahnya...

bayangkan, apa yang terjadi jika orangtua memiliki visi yang sama untuk menumbuhkan budaya positif di keluarga?
Apa dampak untuk keluarga dan lingkungan?
Bagaimana perkembangan anak? bagaimana suasana di keluarga?

Ketika orangtua bersikap positif dalam berinteraksi dalam berinteraksi dengan anak,maka hal tersebut secara tidak langsung akan mengilhami anak untuk berinteraksi positif dengan orang lain. Ketika orangtua menunjukkan perilaku kasih sayang yang "datang dari hati" maka anak akan merasa bahwa perilaku orangtuanya itu tidak dibuat-buat. Orangtua juga akan merasakan bahwa adanya kedekatan emosi dengan anak.

Untuk menumbuhkan budaya yang positif,tentu tidak bisa secara instan. Pelan² dan tahap demi tahap. Dimulai dari hal yang kecil,baru kemudian menjalar ke hal² yang lebih besardan kompleks. Mulai dari sekedar senyuman,sentuhan sayang,sampai hal² seperti saling menghargai antar tiap indivisudi keluarga. Selain itu orangtua saling mendukung antara satu dengan yg lain dan sayang dengan anaknya.

Budaya yang positif di keluarga tersebut juga dapat dibangun dengan memilih kata² yang mengarah pada hal positif. Misalnya lebih memilihkata "semangat belajar ya Nak" daripada "jangan nakal di sekolah" ketika mengantarkan anak ke sekolah. Atau ketika anak berebut sesuatu yang tidak diinginkan,semaksimal mungkin orangtua berusaha untuk mengerem kata² yang tidak "semenstinya" dan berusaha menjauhkan pemikiran mengenai capa negatif pada anaknya,seperti "Aduh merepotkan", "Nak,sudah dikasih tahu kok malah menjadi-jadi seh" atau "Punya anak satu kok ngerepotin gini". Apa yang terjadi jika kata² itu diganti menjadi sesuatu yang membangun,yang tidak "Menyakitkan" anak, tetapi memotivasi?

Orangtua juga bisa mengajarkan perilaku positif pada anaknya. Misalnya memperlakukan adik atau orang lain yang seumur dengannya secara baik dan penuh kasih sayang,seperti mengajar mengelus adiknya,mengajak bermain bersama,dll.

Mengajarkan perilaku positif untuk anak juga bisa pada sekitar,misalnya orangtua mengajak anak menemani menyirami tanaman atau mengajarkan anak untuk menyirami tanaman,memberi contoh untuk memperlakukan tanaman dengan baik. Jika bertemu binatang liar,memberi informasi pada anak tentang binatang itu (seperti: "Itu kucing,biasanya makannya ikan,dia sukanya ngomong meong²").

Harus diakui,bahwa untuk bersikap positif banyak "godaannya" baik dari diri sendiri dan luar. Namun, jika dilandasi dengan niat dan usaha,Insya Alloh akan diberi jalan, Amin.

Ketika anak dan orangtua berinteraksi dengan positif,keluarga itu memiliki budaya positif,orangtua dan anak memperlakukan tumbuhan dan binatang secara positif,lingkungan sekitar seperti tetangga baik kepada keluarga, maka apa yang terjadi? Akan banyak kristal yang bertaburan di keluarga itu. Baik pada individu yang ada di dalamnya, dari tumbuhan , hewan, serta lingkungan sekitar. Suasana yang dirasakan merupakan suasana kondusif, penuh dukungan satu dengan yang lain, dan merupakan suasana nyaman bagi tiap individu untuk berkembang menjadi indivisu yang lebih matang dari sebelumnya. (reev)

Read more »»

Monday, May 25, 2009

MEMBELI WAKTU PAPA (Ayah)

. Monday, May 25, 2009
0 comments


Steven adalah seorang karyawan perusahaan yang cukup terkenal di jakarta,memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra kedua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti biasa jam 21.00 Steven sampai dirumahnya di salah satu sudut jakarta,setelah seharian penuh bekerja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya dia melihat Leo putra pertamanya di temani Bik Yati,pembantunya menyambut digerbang rumah.

"Kok belum tidur Leo?" sapa Steven sambil mencium anaknya. Biasanya Leo sudah tidur ketika Steven pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven berangkat ke kantor keesokan harinya.

"Leo menunggu papa pulang, Leo mau tanya, gaji papa itu berapa sih Pa?" kata Leo sambil membuntuti papanya.

"Ada apa nih,kok tanya gaji papa segala?"

"Leo cuma pingin tahu aja kok pah?"

"Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa sehari di gaji Rp.600.000,-, nah selama sebulan rata²dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji papa sebulan?"

"Sehari papa kerja berapa jam Pa?"

"Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu."

Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertanya menghitung gaji papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.

"Kalau begitu,satu bulan Papa di gaji Rp.15.000.000,-,yah Pa?Dan satu jam papa di gaji Rp.60.000,-." Kata Leo setelah mencoret-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang beranjak menuju kamarnya.

"Nah, pinter kamu Leo. Sekarang leo cuci kaki lalu bobok." Perintah Steven,namun Leo masih saja membuntuti Steven sambil terus memandang papanya yang berganti pakaian.

"Pah, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp.5.000,- saja?" tanya Leo dengan hati² sambil menundukkan kepalanya.

"Sudahlah Leo,nggak usah macam²,untuk apa minta uang malam² begini. Kalau mau uang besok aja,Papakan capek mau mandu dulu. Sekarang Leo tidur supaya besuk tidak terlambat ke sekolah!"

"Tapi Pah..."

"Leooo!!! Papa bilang tidur!" bentak Steven mengejutkan Leo.

Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal dengan bentakannya. Dipegangnyalah kepala Leo pelan dan berkata: "Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo." ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.

"Nah katakan pada Papa,untuk apa sih perlu uang malam² begini. Besuk kan bisa,jangankan Rp.5.000,-lebih banyak dari itupun akan papa kasih."

"Leo nggak minta uang Papa kok,Leo cuma mau pinjam. Nanti akan Leo kembalikan, kalu Leo udah menabung lagi daru uang jajan Leo."

"Iya, tapi untuk apa Leo?" tanya Steven dengan lembut.

"Leo udah menunggu papa dari sore tadi, Leo nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo pingin ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga.Jadi Leo ingin beli waktu Papa."

"Lalu." tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.

"Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp.25.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam papa dibayar Rp.60.000,- maka untuk setengah jam berarti Rp.30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp.5.000,-. Maka Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu papa setengah jam saja,untuk menemani Leo main ular tangga. Leo rindu pada papa." Kata Leo polos dengan masih menyisahkan isakannya yang tertahan.

Steven terdiam, dan kehilangan kata².Bocah kecil itu dipeluknya erat²,bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata² belaka namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.(reev)

Read more »»

Tuesday, May 19, 2009

KEDEKATAN FISIK VS KEDEKATAN EMOSIONAL

. Tuesday, May 19, 2009
0 comments


Keluarga meruapakan lingkungan sosial pertama bagi anak. Anak belajar mengenai banyak hal dari interaksi antara dirinya dengan lingkungan disekitarnya,yakni keluarga. Anak akan merasa nyaman ketika terdapat interaksi yg berkualitas di dalamnya.

Bukanlah kedekatan fisik semata tetapi adanya kualitas didalamnya,yakni orangtua dapat memberikan kasih sayang pada anak serta berinteraksi dengan sepenuh hati pada anak.

Fakta menarik adalah adanya contohkasus yang menyatakan bahwa hubungan yang kurang emosi abtara orangtua denngan anak dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan perilaku di sekolah. Jadi ceritanya si Anak memiliki kedekatan fisik lebih dari tiga jam dengan orangtuanya,tapi kedekatan tersebut sedikit komunikasi, hanya menonton televisi bersama.


Jika berbicara sedikit tentang teori, interaksi antara orangtua dengan anak merupakan interaksi yang merupakan reciprocal socialization. Apa itu? Yakni sosialisasi merupakan proses dua arah, anak-anak bersosialisasi dengan orangtua,sama seperti orangtua bersosialisasi pula dengan anak-anak. Dari interaksi timbal balik antara orangtua dengan anak akan didapat banyak hal. Anak akan belajar bermacam-macam dari orangtua (atau orang lain di keluarga)ketika melihatnya (seperti cara berinteraksi,berkomunikasi,dan lain sebagainya). Sementara orangtua akan mengetahui banyak hal dari anak,seperti bahasa pergaulan kemajuan yang dicapai,kematangan emosi,dan lain sebagainya.

Bagaimana kalau orangtua bekerja? Ya nggak masalah,asal tetap berkualitas interaksi dengan anak.

Tips yang menarik: Salah satu metode untuk menyiasatiadanya kebersamaan yang berkualitas diwaktu sempit adalah Floor time yaitu konsep orangtua dan anak menghabiskan waktu bersama selama ± 20-30 menit tanpa henti,untuk berinteraksi dan bermain. Floor time memberi manfaat untuk kedekatan emosi, memperbaiki komunikasi dan wadah mencurahkan perasaan dan gagasan. Sasaran Floor time: adanya keterlibatan orangtua,komunikasi dua arah, saling pengertian dan membangun alur berpikir anak yg melibatkan perasaan dan kasih sayang.

So, yang penting:kualitas interaksi.kedekatan fisik yang sedikit (dari segi waktu)dapat bermakna untuk anak jika interaksi tersebut berkualitas. Sebaliknya kedekatan fisik yang banyak akan kurang bermanfaat untuk anak jika tidak ada emosi didalamnya (Reev)..bersambung

Read more »»

Thursday, February 12, 2009

Mengapa Wanita Saling Membenci?

. Thursday, February 12, 2009
0 comments


Anda mungkin pernah mendengar seorang teman mengatakan, "Saya nggak suka Si A deh. Ketawanya dibikin-bikin." Atau lain waktu, "Wah, Si B rajin amat! Cari muka sama Si Bos kali, ya?" Atau dalam kesempatan lain, "Dasar nggak punya otak! Bokongnya kegedean, sih!"

Anda yang kelewat sibuk dengan pekerjaan mungkin hanya akan geleng-geleng kepala mendengar percakapan seperti itu. Rasanya, tak ada wanita di kantor ini yang luput dari kritikan. Kerjanya rajin, dibilang cari muka. Salah menginput data, bokongnya yang jadi sasaran. Anda sendiri yang tak ingin ikut campur dalam perseteruan, dianggap tidak peduli. Wah, serba salah!

Hal seperti ini banyak terjadi di kantor di mana mayoritas karyawannya wanita, atau di tempat-tempat kost. Banyak hal yang menimbulkan kebencian, seperti persaingan merebutkan posisi tertentu, ketidakmampuan bekerja sama, atau hanya karena ada rekan yang dianggap tidak pantas menggunakan dandanan tertentu. Beberapa orang mengatakan, wanita saling membenci meskipun tidak ada alasan untuk membenci. They're just being bitchy.

Menurut Kate Figes dari The Independent, seorang gadis tumbuh dengan harapan dapat berperilaku baik. Mereka dituntut untuk lebih suportif terhadap satu sama lain. "Namun seorang gadis juga manusia biasa, dan pengorbanan diri terlalu banyak membuat mereka tertekan, karena gadis baik-baik tidak akan menunjukkan kemarahan," paparnya. Dengan membenci satu sama lain, "Wanita bisa mengekspresikan kemarahannya, perasaan tidak aman, dan ketidakbahagiaannya, namun dengan cara yang berbeda."

Kebencian bisa muncul dari sikap kompetitif terhadap posisi dalam pekerjaan, dan terutama terhadap penampilan. Saat kampanye kepresidenan di Amerika, sebuah polling membuktikan bahwa pendukung mayoritas Sarah Palin (pasangan Senator John McCain) adalah kaum pria. Wanita yang diharapkan akan menjadi pemilih terbanyak justru mencaci Sarah Palin. Lepas dari kemampuan berpolitik Palin, wanita ini lebih banyak dipertanyakan mengenai kehidupan pribadinya. Ada perasaan tidak rela wanita seperti dia menjabat posisi calon Wakil Presiden.

Bahwa wanita juga lebih mudah memuji kecantikan wanita lain daripada pria mengakui ketampanan pria lain, hal ini juga merupakan tanda-tanda kompetisi tersebut. Wanita memiliki daya analisa untuk menilai sebuah kompetisi: apakah wanita cantik tersebut merupakan ancaman baginya? Kita mungkin tidak sadar bahwa kita terbiasa mengamati seorang wanita yang dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seringkali kita tidak mengenal wanita tersebut, namun karena ia dianggap akan menyita perhatian kaum pria maupun wanita, seketika itu juga menjadi ancaman. Lalu muncul perasaan benci.

Wanita juga mudah bersaing justru karena mereka mirip satu sama lain. Wanita tak akan bersahabat dengan wanita lain yang sama persis dengan dirinya. Misalnya, selera tentang pakaian yang sama, selera terhadap pria yang sama. Ingat film Single White Female? Jika yang satu mulai meniru penampilan yang lain habis-habisan, timbullah semangat berkompetisi.

Kompetisi di antara wanita berbeda daripada persaingan di antara pria. Wanita berkompetisi secara emosional. Pria bersaing menggunakan alat (seperti kepalan tangan) atau mencoba mengalahkan yang lain melalui pengetahuan atau kemampuannya. Wanita bersaing dengan membaca pikiran pesaingnya, dan kadang-kadang bertujuan untuk melukai perasaannya. Jika pria meninggalkan arena persaingan dengan tubuh atau ego yang memar-memar, wanita terluka perasaannya.

Read more »»
 

Recent Posts

Recent Comments

Related Posts

Advertisement

Free Web Hosting with Website Builder Web hosting dan domain gratis untuk website di IdeBagus
(C)2008 Ojekdong is proudly powered by Blogger.com