Thursday, October 22, 2009

Istri Umar bin Khatab Cerewet??

. Thursday, October 22, 2009
0 comments

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.


Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.



2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.


3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.


4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.


5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.


Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.


Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya

Read more »»

Tuesday, August 11, 2009

HIDANGAN DARI LANGIT

. Tuesday, August 11, 2009
0 comments


Bulan puasa telah tiba.
larangan raja mulai berlaku:
jauhkan tanganmu daripada makanan,
hidangan rohani telah disediakan.

Roh telah bebas dari pengasingan dirinya dan menundukkan tangan tabiat jelek;
hati yang sesat telah dikalahkan dan perajurit iman telah sampai.
Bala tentera penidur telah menyerah dan segera ditawan,
dari bara penyulut api jiwa tiba seraya meratap;

Lembu itu begitu molek,
Musa bin Imran muncul;
melaluinya si mati hidup semula apabila badannya telah melaksanakan upacara qurban;
Puasa ialah upacara qurban kita,
yang menghidupi jiwa;
mari kita qurbankan badan kita, kerana jiwa tiba sebagai tamu;

Iman yang teguh ialah awan lembut,
kearifan ialah hujan yang tercurah darinya,
kerana pada bulan iman inilah al-Qur`an diwahyukan.

Apabila nafsu badani dikawal,
roh akan mikraj ke langit;
apabila pintu penjara dirubuhkan maka jiwa akan mencapai pelukan Kekasih.

Hati telah menukar tabir gelapnya dan menggerakkan sayapnya ke angkasa;
Hati, yang menyerupai malaikat, sekali lagi tiba di tengah mereka.
Tangkaplah tali pengikat tubuhnya,
di atas perigi berteriaklah,
“Yusuf dari Kana`an telah tiba!”

Pada waktu `Isa Almasih terjatuh dari keledainya maka doanya diterima Allah;
Cucilah tanganmu, kerana Hidangan langit telah tiba;
Cucilah tangan dan mulutmu,
jangan makan atau bercakap-cakap;
carilah kata dan suapan nasi yang diturunkan untuk dia Si Diam!

Semua ibadah yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas oleh seorang pemeluk agama yang teguh merupakan manifestasi daripada cinta.
Demikian pula halnya dengan ibadah puasa.
Sebagai ibadah, puasa pada bulan Ramadhan merupakan bentuk pengurbanan jiwa.
Sememangnya cinta menuntut pengurbanan.
Pengurbanan yang dimaksud ialah pengurbanan jiwa dan hati,
yang hanya diperuntukkan kepada-Nya.

Syair Jalaluddin Rumi

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Read more »»

Friday, June 5, 2009

ISTIMEWANYA WANITA

. Friday, June 5, 2009
1 comments


Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya banyak yang berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".

and look...

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami. Bahwa sesungguhnya lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH!
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita. Ingat firmanNya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/tunduk kepada cara-cara/peraturan yang diproduct.

Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumNya/peraturanN ya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan yang diproduct.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya.

Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, niscaya surga menanti...

Read more »»

Monday, June 1, 2009

BELAJAR DARI AIR

. Monday, June 1, 2009
0 comments


Karya ini terinspirasi dari penelitian tentang air yang di cetuskan oleh Dr.Masaru Emoto. CAranya,air di taruh pada sebuah tempat dan diberi kata "cinta" dan "terimakasih" kemudian didinginkan. Setelah itu airnya diamati menggunakan mikroskop,untuk melihat apa air menerima pesan"?. Ternyata hasilnya pada dua kata itu menunjukkan terbentuknya kristal yang indah. Dari penelitian itu, Dr.Emoto mencoba melihat apa terbentuk kristal pada kata positif lainnya, hasilnya dari kata² positif tersebut juga muncul kristal indah. Namun jika air diberi kata negatif,air tidak terbentuk kristal,atau bahkan terbentuk kristal jelek.

Dr.Emoto mengembangkan penelitian ini, ia mencoba mengetahui bagaimana jika air diberi musik klasik,musik yang mengandung unsur "penyembuh" dan "perhatian". Hasilnya bahwa air yang diberi perlakuan tersebut membentuk kristal indah.

Penelitian ini diapresiasi dengan baik oleh banyak kalangan. Bahkan Dr.Emoto sering diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya ke berbagai negara. Namun,banyak juga yang sangsi dengan penelitiannya. Isi kesangsian itu berupa metode penelitian kurang ilmiah,mempertanyakan benarkah seluruh air yang diberi ucapan positif selalu membentuk kristal,dll.

Setiap hal pasti ada sisi positif dan negatifnya,mari kita lihat penelitian Dr.emoto ini dari segi yang membangun. Dari penelitian ini kita dapat terinspirasi untuk berpikir,bersikap, dan berkata secara lebih positif pada seluruh hal.

Diketahui bahwa manusia 70% tubuhnya terdiri dari air (hal ini yang akhirnya dapat kita lihat pada iklan² minuman isotonik :) ).,demikian pula dengan tanaman dan binatang,kedua makhluk tersebut tidak bisa "lepas" dari air.

Inilah yang menarik,terutama jika dikaitkan dengan artikel sebelumnya dan tema besar dari Newsletter ini. Bagaimana jika penelitian Dr.Emoto dikaitkan dengan keluarga?

Bagaimana jika keluarga menumbuhkan budaya positif? Apa yang terjadi jika interaksi dalam keluarga dilandasi dengan hubungan yang positif? Apa yang terjadi jika orangtua memberi perhatian ke anak?
Jika pertanyaan tersebut tersebut dijawab dengan dilandasi sudut pandang penelitian Dr.Emoto,maka pasa setiap individu di keluarga tersebut akan terbentuk kristal.
Duh indahnya...

bayangkan, apa yang terjadi jika orangtua memiliki visi yang sama untuk menumbuhkan budaya positif di keluarga?
Apa dampak untuk keluarga dan lingkungan?
Bagaimana perkembangan anak? bagaimana suasana di keluarga?

Ketika orangtua bersikap positif dalam berinteraksi dalam berinteraksi dengan anak,maka hal tersebut secara tidak langsung akan mengilhami anak untuk berinteraksi positif dengan orang lain. Ketika orangtua menunjukkan perilaku kasih sayang yang "datang dari hati" maka anak akan merasa bahwa perilaku orangtuanya itu tidak dibuat-buat. Orangtua juga akan merasakan bahwa adanya kedekatan emosi dengan anak.

Untuk menumbuhkan budaya yang positif,tentu tidak bisa secara instan. Pelan² dan tahap demi tahap. Dimulai dari hal yang kecil,baru kemudian menjalar ke hal² yang lebih besardan kompleks. Mulai dari sekedar senyuman,sentuhan sayang,sampai hal² seperti saling menghargai antar tiap indivisudi keluarga. Selain itu orangtua saling mendukung antara satu dengan yg lain dan sayang dengan anaknya.

Budaya yang positif di keluarga tersebut juga dapat dibangun dengan memilih kata² yang mengarah pada hal positif. Misalnya lebih memilihkata "semangat belajar ya Nak" daripada "jangan nakal di sekolah" ketika mengantarkan anak ke sekolah. Atau ketika anak berebut sesuatu yang tidak diinginkan,semaksimal mungkin orangtua berusaha untuk mengerem kata² yang tidak "semenstinya" dan berusaha menjauhkan pemikiran mengenai capa negatif pada anaknya,seperti "Aduh merepotkan", "Nak,sudah dikasih tahu kok malah menjadi-jadi seh" atau "Punya anak satu kok ngerepotin gini". Apa yang terjadi jika kata² itu diganti menjadi sesuatu yang membangun,yang tidak "Menyakitkan" anak, tetapi memotivasi?

Orangtua juga bisa mengajarkan perilaku positif pada anaknya. Misalnya memperlakukan adik atau orang lain yang seumur dengannya secara baik dan penuh kasih sayang,seperti mengajar mengelus adiknya,mengajak bermain bersama,dll.

Mengajarkan perilaku positif untuk anak juga bisa pada sekitar,misalnya orangtua mengajak anak menemani menyirami tanaman atau mengajarkan anak untuk menyirami tanaman,memberi contoh untuk memperlakukan tanaman dengan baik. Jika bertemu binatang liar,memberi informasi pada anak tentang binatang itu (seperti: "Itu kucing,biasanya makannya ikan,dia sukanya ngomong meong²").

Harus diakui,bahwa untuk bersikap positif banyak "godaannya" baik dari diri sendiri dan luar. Namun, jika dilandasi dengan niat dan usaha,Insya Alloh akan diberi jalan, Amin.

Ketika anak dan orangtua berinteraksi dengan positif,keluarga itu memiliki budaya positif,orangtua dan anak memperlakukan tumbuhan dan binatang secara positif,lingkungan sekitar seperti tetangga baik kepada keluarga, maka apa yang terjadi? Akan banyak kristal yang bertaburan di keluarga itu. Baik pada individu yang ada di dalamnya, dari tumbuhan , hewan, serta lingkungan sekitar. Suasana yang dirasakan merupakan suasana kondusif, penuh dukungan satu dengan yang lain, dan merupakan suasana nyaman bagi tiap individu untuk berkembang menjadi indivisu yang lebih matang dari sebelumnya. (reev)

Read more »»

Monday, May 25, 2009

MEMBELI WAKTU PAPA (Ayah)

. Monday, May 25, 2009
0 comments


Steven adalah seorang karyawan perusahaan yang cukup terkenal di jakarta,memiliki dua putra. Putra pertama baru berusia 6 tahun bernama Leo dan putra kedua berusia dua tahun bernama Kristian. Seperti biasa jam 21.00 Steven sampai dirumahnya di salah satu sudut jakarta,setelah seharian penuh bekerja di kantornya. Dalam keremangan lampu halaman rumahnya dia melihat Leo putra pertamanya di temani Bik Yati,pembantunya menyambut digerbang rumah.

"Kok belum tidur Leo?" sapa Steven sambil mencium anaknya. Biasanya Leo sudah tidur ketika Steven pulang dari kantor dan baru bangun menjelang Steven berangkat ke kantor keesokan harinya.

"Leo menunggu papa pulang, Leo mau tanya, gaji papa itu berapa sih Pa?" kata Leo sambil membuntuti papanya.

"Ada apa nih,kok tanya gaji papa segala?"

"Leo cuma pingin tahu aja kok pah?"

"Baiklah coba Leo hitung sendiri ya. Kerja papa sehari di gaji Rp.600.000,-, nah selama sebulan rata²dihitung 25 hari kerja. Nah berapa gaji papa sebulan?"

"Sehari papa kerja berapa jam Pa?"

"Sehari papa kerja 10 jam Leo, nah hitung sana, Papa mau melepas sepatu dulu."

Leo berlari ke meja belajarnya dan sibuk mencoret-coret dalam kertanya menghitung gaji papanya. Sementara Steven melepas sepatu dan meminum teh hangat buatan istri tercintanya.

"Kalau begitu,satu bulan Papa di gaji Rp.15.000.000,-,yah Pa?Dan satu jam papa di gaji Rp.60.000,-." Kata Leo setelah mencoret-coret sebentar dalam kertasnya sambil membuntuti Steven yang beranjak menuju kamarnya.

"Nah, pinter kamu Leo. Sekarang leo cuci kaki lalu bobok." Perintah Steven,namun Leo masih saja membuntuti Steven sambil terus memandang papanya yang berganti pakaian.

"Pah, boleh tidak Leo pinjam uang Papa Rp.5.000,- saja?" tanya Leo dengan hati² sambil menundukkan kepalanya.

"Sudahlah Leo,nggak usah macam²,untuk apa minta uang malam² begini. Kalau mau uang besok aja,Papakan capek mau mandu dulu. Sekarang Leo tidur supaya besuk tidak terlambat ke sekolah!"

"Tapi Pah..."

"Leooo!!! Papa bilang tidur!" bentak Steven mengejutkan Leo.

Segera Leo beranjak menuju kamarnya. Setelah mandi Steven menengok kamar anaknya dan menjumpai Leo belum tidur. Leo sedang terisak pelan sambil memegangi sejumlah uang. Steven nampak menyesal dengan bentakannya. Dipegangnyalah kepala Leo pelan dan berkata: "Maafkan Papa ya nak. Papa sayang sekali pada Leo." ditatapnya Leo anaknya dengan penuh kasih sambil ikut berbaring di sampingnya.

"Nah katakan pada Papa,untuk apa sih perlu uang malam² begini. Besuk kan bisa,jangankan Rp.5.000,-lebih banyak dari itupun akan papa kasih."

"Leo nggak minta uang Papa kok,Leo cuma mau pinjam. Nanti akan Leo kembalikan, kalu Leo udah menabung lagi daru uang jajan Leo."

"Iya, tapi untuk apa Leo?" tanya Steven dengan lembut.

"Leo udah menunggu papa dari sore tadi, Leo nggak mau tidur sebelum ketemu Papa. Leo pingin ngajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang bahwa waktu papa berharga.Jadi Leo ingin beli waktu Papa."

"Lalu." tanya Steven penuh perhatian dan kelihatan belum mengerti.

"Tadi Leo membuka tabungan, ada Rp.25.000,-. Tapi karena Papa bilang satu jam papa dibayar Rp.60.000,- maka untuk setengah jam berarti Rp.30.000,-. Uang tabungan Leo kurang Rp.5.000,-. Maka Leo ingin pinjam pada Papa. Leo ingin membeli waktu papa setengah jam saja,untuk menemani Leo main ular tangga. Leo rindu pada papa." Kata Leo polos dengan masih menyisahkan isakannya yang tertahan.

Steven terdiam, dan kehilangan kata².Bocah kecil itu dipeluknya erat²,bocah kecil yang menyadarkan bahwa cinta bukan hanya sekedar ungkapan kata² belaka namun berupa ungkapan perhatian dan kepedulian.(reev)

Read more »»
 

Recent Posts

Recent Comments

Related Posts

Advertisement

Free Web Hosting with Website Builder Web hosting dan domain gratis untuk website di IdeBagus
(C)2008 Ojekdong is proudly powered by Blogger.com